Horror is My Middle Name

Hehehe, ada yang suka film horor nggak? Yang pasti saya punya banyak teman cewek yang nggak suka film horor, dan lebih banyak lagi teman cowok yang anti film horor *saya percaya mereka bukannya takut, tapi karena terlalu banyak film horor yang payah*. Otomatis nggak ada yang mau nemenin saya ke bioskop kalau film yang saya pengen adalah film horor.

ImageKeadaan jadi menguntungkan saat saya menikah. Hehehe, minimal ada yang bisa saya paksa untuk nemenin. Iyalah saya juga penakut, tapi gimana ya kalau sudah jadi addicted to fear, hahaha! Pokoknya asalkan suami tetap di samping saya, meski dia lebih sering ketiduran, saya bisa bertahan untuk nonton sampai selesai, hihihi!

Dulu, saya percaya bahwa film horor Indonesialah yang paling the best. Bukan dari segi kualitas film maksud saya. Tapi dari tingkat keseramannya. Mungkin karena setan lokal kali ya, jadi berasa banget. Tapi sekarang, waduuuh…., jangan ditanya! Mulai dari judul yang luar biasa picisan, akting pemain atau sutradaranya yang entah kenapa selalu berpikir bahwa diantara rasa takut yang timbul tenggelam harus ada seksinya sedikit atau banyak, sampai ke penampakan2 setannya yang nggak jelas dan gampang ditebak di sepanjang film, aaaarrrggh! Membosankan!

Apalagi tema filmnya kebanyakan cuman mengangkat cerita2 serem dari sejumlah tempat, entah itu rumah sakit *setan suster paling favorit, kenapa nggak ada setan dokter yak?*, Kuburan Jeruk Purut-lah, Terowongan Casablanca-lah, sampai rumah legenda yang menyeramkan di daerah Pondok Indah itu pun pernah difilmkan. Mungkin ini berawal dari ide film si Manis Jembatan Ancol jaman baheula, jadi para produser saking nggak kreatipnya ya ngikutin saja ide2 yang sudah jelas menjual.

Sebenarnya ada juga sih beberapa film horor Indonesia yang bagus. Biasanya sutradaranya juga sudah terkenal, kayak Rizal Mantovani atau beberapa lainnya, jadi mereka pasti bikin filmnya juga nggak ngasal. Selain film Kuntilanak-nya Rizal, film bagus lainnya paling banter tentang psikopat, jadi bukan film setan beneran sih. Kuntilanak-nya Rizal juga kenapa saya anggap bagus, karena faktor utama bahwa menurut saya setan kuntilanak adalah setan paling menyeramkan di muka bumi.

Ada satu cerita yang bikin saya ngerasa bersalah banget terkait film ini. Suatu hari saat nonton lupa yang sekuelnya atau film yang pertama, suami sudah ketiduran di samping saya, tapi saya terlalu takut untuk nonton sendirian meski penasaran setengah mati. Jadi … OMG saya bego banget kalau ingat ini: saya ajak Ozza yang kebetulan belum tidur untuk menemani saya nonton! Saking addicted to fear-nya tuh! Dan saya sejuta tega membiarkan mata Ozza merekam adegan menakutkan itu ke dalam kepalanya! Ozza at her 4 years old, for God’s sake! Huhuhu, please sue me, I am a crazy mom here!

Ozza-nya sih biasa saja, dia bahkan banyak bertanya kenapa begini kenapa begitu. Kenapa kok setannya gelayutan di pohon, kok milihnya di pohon, nggak berdiri di tanah saja, kenapa kok matanya dipelotot2in gitu, kenapa rambutnya setan acak2an gitu, kayak nggak pernah disisir, kenapa kok badan setannya kayak menari2, maksudnya supaya lelaki itu takut? Hahaha! Waktu itu saya bahkan nggak sempat ketawa saking seriusnya ketakutan!

Akhirnya saya pencet tombol stop saking stresnya diantara rasa bersalah dan penasaran hebat. Jadi cuman satu adegan yang Ozza rekam, hanya satu-dua menit lamanya, tapi efek sampingnya harus saya telan mentah2 sampai dua tahun kemudian! Iya begitulah, Ozza jadi penakut, meski dia nggak bilang tapi saya tahu dia pasti lagi ngebayangin rekaman bego itu di kepalanya, ugh! Alhamdulillah, sekarang setelah dia masuk TK Islam, dia sudah nggak penakut lagi, karena dia sudah tahu dimanapun dia berada Allah swt selalu menemaninya *lega sih saya, tapi tetep saja ngerasa bego banget*

Sementara itu, film horor asal Barat dibanding Indonesia, tentunya jauh lebih bagus dari sisi pembuatan. Tapi bagi saya mereka kurang menyeramkan. Mulai dari boneka2 hidup, setan anak2 kecil, zombie, vampire, voodoo, bahkan setan kambing dari neraka atau semacam Freddy the Krueger. Mau film setan Barat manapun, saya berani nonton semuanya sendirian, hehehe! Paling bagus adalah The Grudge dan The Ring, mungkin karena keduanya mengadopsi penampilan stigma setan Asia terfavorit: perempuan, rambut panjang hitam, acak2an, dan nggak lupa longdress putih.

Dari The Grudge, akhirnya saya mengenal film setan Jepang. Bagus2 sih, indikatornya adalah saya nggak berani nonton filmnya sendirian, hehehe. Tapi saya nggak suka logika setan2 Jepang *emang setan masih punya logika,dasar dudul!*. Kebanyakan adalah arwah yang saking sakit hatinya akan nasibnya sendiri, dia membenci semua orang, bahkan yang tak bersalah sekalipun, hanya dengan memasuki rumahnya. Halaaaah…! Menurut saya orang2 Jepang terlalu menganggap serius apapun. Perasaan cinta, benci, atau malu, bahkan pekerjaan saking suksesnya mereka, hehehe! Apalagi ada budaya harakiri segala, gampang putus asa karena mereka kebanyakan bingung soal agama, rasa malu yang luar biasa besar, atau cara mereka menghormati dalam2 tamunya sampai membungkuk setengah badan bahkan bila si tamu adalah orang yang sangat menyebalkan! Intinya nggak easy going banget-lah, kurang cocok dengan gaya saya. Apalagi gaya pekerja kerasnya, hahaha!

Sampai suatu hari saya iseng pinjam film horor Thailand di Odiva. Judulnya 4bia, satu film empat cerita. Film asal Thailand. Ternyata ya ampun, akhirnya setelah pencarian tiada akhir *halah* saya menemukan juga negara penghasil film horor yang cocok dengan selera saya *belagu*. Tapi memang filmnya beda banget. Dimananya yang beda? Saya juga nggak gitu yakin bisa ngejelasinnya, hehehe. Intinya stigma film horor kan kebanyakan setan perempuan, rambut panjang, longdress putih. Nah, yang ini waduh, jauuuuh… dari kesan semua itu.

Lagian logika ceritanya keterima banget, mulai dari sebab akibat, dan nggak seabsurd setan Indonesia yang tau2 muncul nakutin semua orang, atau setannya Jepang yang saking sakit hatinya membunuh semua orang yang bersentuhan dengannya. Terus cara si setan meneror manusianya juga nggak terlalu berlebihan *tapi suer serem banget!!!*, akting pemainnya bagus2, jauh bangetlah dibanding aktris horor Indonesia hehehe, dan terakhir, budaya Thailand kan nggak jauh2 amat sama kita, jadi tetap berkesan dibanding film horor Barat. Oke, kita coba seleksi satu2 ceritanya ya 😉

Cerita pertama tentang seorang perempuan muda yang terpaksa nggak bisa kemana2 selain tinggal di apartemen gara2 kecelakaan, taxi yang ditumpanginya mendadak terbalik. Saking bosannya, akhirnya ia berkenalan dengan seorang pria via sms. Selama beberapa hari ia ber-sms ria, kesenangan, sampai akhirnya ia ingin bertukar foto. Ia bingung karena si pria ternyata mengirim foto pojok kamar tidurnya. Wuaaa… ternyata oh ternyata! Si pria ternyata adalah roh yang baru saja meninggal beberapa hari lalu. Ibunya membekalinya handphone di peti mayatnya, siapa tahu ia kesepian ia bisa menghubungi siapa saja. Huwaaa…. serem banget!

Ujung2nya malah makin serem karena ternyata si pria adalah lelaki yang meninggal gara2 ditabrak oleh taxinya si perempuan. Jadi ia ingin mengajak si perempuan untuk meninggal juga. Si perempuan saking ketakutannya saat didatangi si roh pria, jatuh meninggal dari atas balkon apartemennya. Brilian kan? Nggak pernah ada film horor yang ngebahas beginian, taww?!

Cerita kedua nggak terlalu bagus sih, tentang seorang siswa sekolah miskin korban bullying yang mati saat disiksa oleh teman2 sekolahnya yang kaya, terus membalas dendam pakai ilmu hitam. Nggak begitu seram, tapi sadis iya. Ilmu hitamnya berupa buku berisi gambar mata, yang berisi kutukan siapa saja yang melihatnya akan meninggal. Akhirnya gank itu satu persatu2 mati semua dengan cara berbeda, ada yang mati terbakar, terkena pisau, etc. Bahkan ada tersisa satu perempuan, yang bisa hidup dan akhirnya melapor ke polisi karena ia berhasil tidak melihat ke dalam buku dengan cara mencopot kedua matanya, tapi tetap meninggal, lupa saya gimana cara meninggalnya. It’s about karma. Lumayanlah, hehehe!

Cerita ketiga adalah favorit saya. Tentang persahabatan empat pemuda, Ter, Puak, Shin dan Aey, yang kemping di hutan. Malamnya, saat mau tidur, mereka saling berebut tidur di tengah karena takut tidur di pinggir. Salah satunya, Aey, bercanda kalau dia mati dan jadi hantu, dia akan menakuti siapapun yang tidur di tengah. Besoknya mereka arung jeram, dan ternyata perahu terbalik karena arus terlalu kuat. Shin nggak bisa berenang dan ditolong oleh Aey. Shin selamat, malah Aey yang nggak muncul2 ke permukaan. Aey hilang.

ImageSaat mereka mau tidur, karena ingat perkataan Aey malam sebelumnya mereka jadi berebut tidur di pinggir. Karena nggak ada yang mau mengalah akhirnya mereka tidur dengan posisi segitiga! Huawahahaha! Tapi saat mereka mau terlelap, ternyata Aey malah datang. Huwaaaa… baru deh mulai menakutkan!

Gaya Aey yang berubah jadi pendiam, menjawab hanya bila ditanya, muka pucat, huwaaa! Terorannya bener2 jempol, deh! Ujung ceritanya yang paling mantab. Ter, Puak dan Shin ingin menunjukkan pada Aey mayatnya sendiri, memberitahu Aey bahwa ia sudah mati dan stop menakut2i mereka. Tapi pas mayatnya dibalik, huwaaa…! Ternyata itu bukan mayat Aey, tapi Ter, dan mereka malah menemukan mayat mereka bertiga, juga Aey.

Yak, ternyata mereka semua sudah tenggelam dan mati saat perahunya terbalik! Well, filmnya beda banget kan? Selain jalan cerita yang unik, kenapa yang satu ini jadi terfavorit adalah karena filmnya lucu banget! Hahaha, this is the best horror-comedy I’ve ever seen!

Cerita ketiga menurut saya paling menyeramkan. Berkisah tentang pramugari cantik yang berselingkuh dengan seorang Pangeran. Celakanya si istri Pangeran tahu dan sengaja pergi ke Thailand untuk membereskannya, dengan membooking khusus pesawat tempat si pramugari bekerja dan meminta si pramugarilah yang bertugas. Sendirian!

Tentu si pramugari diintimidasi habis2an oleh Putri, terutama saat ia mengatakan bahwa di negaranya wanita yang ketahuan berselingkuh akan ditangkap, ditelanjangi, diarak dan dilempar batu sampai mati, kecuali ia meminta maaf pada istri selingkuhannya! Dimana seremnya? Cuman tentang istri yang marah, mungkin begitu yang anda perkirakan. Hehehe, jangan salah, ternyata si Putri tau2 meninggal di hotelnya tempat menginap gara2 keracunan udang. Tentu saja jasad Putri harus dikembalikan ke negaranya. Tebak pesawat mana yang dipakai? Yup, si pramugari! Dan tebak jasad itu ditaruh dimana karena ia anggota kerajaan? Yak, di kabin! Huwaa… sendirian di kabin bersama jenazah sang Putri. Wuaaaaa….serem banget!

Apalagi ada adegan jenazah lepas dari ikatan kursi, terus kain kafannya lepas, terus jasad menghilang, dengan gaung suara batuk2 di kamar mandi. Makin gilaaaa……! Ujung2nya si pramugari ditemukan tergeletak tewas dengan gaya meminta maaf pada jasad si Putri dan leher terputar 180derajat, persis perkataan Putri kepada si pramugari, tentang hukuman wanita yang berselingkuh! That’s karma.

Nah, berkat 4bhia saya pun memburu film2 horor Thai lainnya. Seperti Alone, terus Shutter yang meskipun film setan Jepang tapi ternyata mengadopsi dari film Thai *nggak tahu judulnya apaan, belum nemu di Odiva*. Terus ada juga film Thai lain yang saya nggak tahu judulnya, tapi sempat saya tonton di penginapan saat tugas ke lapangan. Wuih, serem banget! Ceritanya tentang seorang cewek miskin yang kerjaannya cuman jualan kopi ngebantuin ayahnya tapi punya mimpi jadi aktris. Nah, suatu hari ada polisi yang nawarin jadi aktris, tapi aktris pemeran korban dalam rekonstruksi ulang kejadian pembunuhan di TKP! Hahaha, brilian banget kan idenya. Tentu saja yang jadi setan2nya itu ya korban2 pembunuhan itu, tapi jangan kecele, yang disatronin bukan si aktris.

Suatu hari si aktris mesti jadi seorang pemain film terkenal yang jadi korban pembunuhan *kayaknya itu cerita nyata deh*. Jadi dia betul2 memerankan aktingnya dengan sangat baik sampai2 para penonton mengira hantunya-lah yang datang. Hahaha! Hantu si pemain film sendiri sangat terkesan dan akhirnya melakukan kontak dengan si aktris berdedikasi ini, memberitahu bahwa pembunuh sebenarnya bukanlah si kekasih pemain film. Ceritanya kepanjangan, tapi kok ya nggak ada bosan2nya ngikutin sampai ceritanya benar2 habis. Soalnya jalan cerita nggak bisa ditebak sih, sekali lagi nggak kayak film Indonesia. Saya yang tadinya setuju bahwa film horor mestinya pendek2 karena sebal nonton penampakan setan2 nggak jelas ngagetin sepanjang film, jadi sedikit lega, hehehe, ternyata ada juga film horor panjang yang nggak ngeselin.

Pembunuhnya ternyata sahabat si pemain film, seorang dokter bedah plastik, yang ternyata lesbi dan cinta kepadanya. Tapi arwah penasaran terus mengganggu semua orang, termasuk si polisi. Usut punya usut ternyata itu arwah dari topeng yang dipakai si pemain film dalam filmnya. Topeng itu milik fans si pemain film yang sudah dikutuk. Bayangkan si fans rela membedah seluruh detil2 wajahnya agar mirip si pemain film, hingga akhirnya wajahnya malah jadi sangat menyeramkan! Hiiiiyyy…..!

Nah, minggu lalu ceritanya saya jalan2 ke Odiva dan OMG! Ternyata sekuel 4bia sudah ada! Wiih, ini film sudah saya tunggu2 lama banget. Sudah pasti ini film nggak main di bioskop lokal, nggak heran, hehehe. Meski ternyata film ini nggak sebagus pertamanya, tetap saja masih jauh di atas film2 horor Indonesia. Tapi asyiknya kali ini dalam satu film ada lima cerita! Wkwkwk, puas, puas deh nontonnya.

Cerita pertama adalah Pey yang kena karma jadi hantu kurus raksasa kayak jelangkung, karena nggak sengaja membunuh ayahnya sendiri gara2 ulah nakalnya yang sering melempar batu ke kaca depan mobil2 yang lewat, cuman karena pengen ngambil hape si pemilik mobil! Supaya nggak kena karma, ibunya mengirimkannya ke suatu tempat terpencil, tempat para bhiksu. Mungkin kalau jadi bhiksu karmanya bisa hilang. Tapi karena memang si Pey ini nakal banget, dia malah makan sesajennya Hantu Lapar karena kelaparan pas dididik jadi bhiksu, dan karena itulah dia kena kutuk jadi Hantu Lapar, yang berupa hantu kurus raksasa. Lumayan serem sih, tapi bukan favorit saya.

Cerita kedua cukup membuat saya kecewa. Karena temanya ternyata tema basi film horor, yaitu rumah sakit! Seorang pemuda yang lumayan ganteng, hehehe, kecelakaan dan harus opname. Kebagian kamar dimana dia harus berbagi dengan pasien koma. Si pasien itu adalah tetua suatu aliran agama tertentu di Thailand. Ya, gitu deh, penampakan2nya tetap bikin kaget dan yang bikin surprise adalah endingnya. Ternyata para penganut aliran itu sengaja menempatkan si pemuda di samping si kakek, supaya si kakek bisa mereinkarnasi dirinya ke si pemuda! Wuaaa, serem abis! Reinkarnasi pun sukses karena si perawat dan banyak orang lainnya nggak lain adalah penganut aliran si kakek. Hiiiiyyy…  pokoknya sampai kapanpun saya nggak suka diopname!

Cerita ketiga sangat jelek. Basi juga. Masak sih film horor hari gini masih ngebahas tentang zombie? Tentang sepasang backpacker Jepang yang jalan2 ke Thailand, berhasil menumpang sebuah truk besar dengan supir misterius dan satu penumpang gelisah. Ternyata truk berisi mayat2 yang kemudian jadi zombie mengejar mereka. Semua akhirnya mati digigit zombie. Tapi ada satu unsur menarik di cerita ini. Mayat2 itu ternyata adalah orang2 miskin yang untuk memperoleh uang terpaksa bergabung dengan mafia narkoba sebagai carrier. Ya, supaya nggak gampang terdeteksi oleh scanner, mereka dipaksa membawa narkoba dengan cara menelan bungkusan kecil barang terkutuk itu! Sadiiisss….!

Cerita keempat berkisah tentang seorang ibu kaya pedagang mobil bekas. Ia menjalankan bisnisnya dengan mereparasi mobil2 yang rusak berat akibat kecelakaan. Suatu malam ia mencari anaknya yang hilang saat bermain di parkiran mobil2 bekasnya. Tapi yang ia temui justru hantu2 korban kecelakaan itu. Di ujung cerita saking ketakutannya, ia berniat kabur dengan mobilnya sendiri. Tapi mobil tak kunjung bisa distarter, nggak tahu kenapa, padahal itu Honda CRV terbarunya. Agak lama akhirnya mobil berhasil dinyalakan. Baru jalan sebentar tau2 ia melihat sepatu anaknya di depan mobil. Ia pun stop dan menemukan bahwa sepatu anaknya belepotan darah. Darah pun ia temukan di bawah mobil. Sejurus kemudian ia membuka kap mobil dan apa yang ia temukan??? Huwaaaa…. ia menemukan anaknya tergencet di mobilnya sendiri!! Itulah kenapa mobil barunya susah distarter!!!! Bukannya serem tapi yang satu2 ini bener2 bikin sesak di dada! Mungkin saya bakal gila kalau saya mengalaminya sendiri!!

Cerita terakhir sudah pasti terfavorit. Karena Ter, Puak, Shin dan Aey muncul lagi disini! Hahaha! Kali ini mereka berempat adalah kru film horor. Mereka tengah mensyut adegan terakhir film itu: si aktris hantu harus berjalan merangkak keluar dari kegelapan. Sialnya si aktris sakit parah dan dibawa ke rumah sakit oleh Aey. Sayangnya Aey mendapat kabar dokter bahwa si aktris tak bisa tertolong lagi.

Sementara di lokasi syuting, kru bingung karena si aktris mendadak muncul dan bersikeras menyelesaikan adegan terakhirnya. Tiga sahabat, Ter, Puak dan Shin curiga kalau si aktris kenapa2, soalnya mukanya begitu pucat dan tingkah lakunya menyeramkan. Shin pun memperoleh kabar dari Aey bahwa si aktris sudah meninggal. Kru film pun heboh, semua kabur meninggalkan lokasi kecuali aktris utama dan si aktris hantu, serta tentu saja, Ter, Puak dan Shin. Huwahahaha! Mereka bertekad menyelesaikan adegan terakhir meski si aktris dicurigai adalah hantu. Ide hantu beneran yang memerankan hantu adalah promosi film yang luar biasa. Saya lupa apakah adegan itu selesai atau tidak, yang pasti sempat ada adegan Ter yang disuruh memeriksa si aktris karena ia nggak keluar2 dari kegelapan. Huwaaaa… serem banget! Hahaha! Ujung2nya mereka kabur dengan mobil dan di tengah jalan menemukan Aey. Sikap Aey yang aneh kembali membuat mereka curiga. Apalagi setelah mereka melewati mobil Aey yang ternyata tertabrak truk. Hahaha!! Tapi Aey bersikeras bukan hantu, ia masih hidup karena mobilnya tertabrak di sebelah penumpang. Hahaha! Semuanya legaaah…!

Mendadak di belakang si aktris hantu tampak mengejar mobil mereka. Huwaaa… tapi mobil nggak bisa distarter. Semua jendela pun langsung ditutup, tapi ada satu jendela belakang yang susah. Hahahaha! Si hantu pun muncul di jendela dengan gaya menakutkan, dan tiba2 ngomong minta antarkan ke rumah sakit!

Huwahahahaha! Ternyata si aktris belum meninggal. Ia kabur dari rumah sakit karena kepikiran ingin menyelesaikan adegan terakhir. Hahahaha! Lucu bangetlah! Tapi cerita kembali diputar balik, karena pas mereka ketawa2 di tengah jalan di depan mobil mogok bersama si aktris hantu, dari arah depan tiba2 muncul truk besar yang melaju kencang, mereka teriak bersama2 dan selesailah film. Entah apakah mereka selamat atau tidak, apakah mereka jadi hantu sama2, hahaha, tapi saya lebih suka membayangkan kalau si truk berhasil mengerem tepat pada waktunya. Hehehe. Another best horror-comedy I’ve ever seen! :p

Hehehe, panjang bener yak reviewnya, padahal cuman ngomongin film horor. Pokoknya saya nggak bakalan bosen sama film horor. Meski saya sudah nggak memasukkannya ke dalam daftar film2 yang harus ditonton via boskop, hehehe. Cukup rental Odiva sajalah. Oke, tan? *ngomong sama setan*. Eh ada yang jawab, terserah mbak aja deh *kaboooorrrr…..* =))

Iklan

3 thoughts on “Horror is My Middle Name

  1. Krueger berkata:

    absen disini..

    saya penggemar horor dan gore..
    kalau saya kebalikannya,saya gak mau ngajakin orang kalau nonton horor.dan saya paling anti kalau nonton ditemenin.
    tuh orang pasti berisik atau membuat gerakan2 aneh yang mengganggu konsentrasi,males deh.. -,-a

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s