Daughter of Pearl Jam

Image

Gue ambil gambar ini dari video yang diupload oleh lightokdio di YouTube sebagai pengantar lagu Daughter, an old song from Pearl Jam. Lagu ini bercerita tentang seorang anak perempuan pengidap disleksia dengan ibu megalomaniak yang percaya bahwa juara satu adalah segalanya. Gue emang fans Pearl Jam, jadi so pasti suka lagu ini. Musiknya asyik, liriknya meaningful, dan meski saat itu gue ngerti artinya, tapi ternyata baru beberapa hari ini gue mendadak jadi mellow kalo denger lagu ini. Nelangsa. Pengen mewek mulu. Maybe this is only the soft side of my motherly calling, whatever-lah, or just a guilty mom side yang kalo saat ngajarin anaknya belajar pake stress en teriak-teriak :(. Just look at this young girl. Look at her eyes. Owkeh, gue mewek lagi. Saking mellow-nya, akhirnya kepikiran pengen translate  liriknya Daughter. Let’s try these.

Meja makan itu cuma sendirian. Seperti tak terdaftar dimana-mana, tapi tampak sangat dominan. Yang kalo meja makan itu dikeluarin dari ruangan, yang ada ya cuma ruangan kosong. Hampa. Lalu ada anak ini. Anak perempuan. Yang dari tadi hanya memusatkan perhatiannya ke satu arah. Barisan biola di dinding. Sementara ibunya tengah membaca keras-keras. Si anak berusaha untuk ngerti. Berusaha keras untuk bisa membuat bangga si Ibu. Meski akhirnya gagal. Tirai jendela pun mulai diturunkan. Si anak masih saja di situ. Dan lusinan huruf masih terus berputar-putar di kepalanya. Bahkan dinding yang bercat tak bisa mengelak bahwa memang ada yang salah di sini. Tapi si Ibu tak peduli. Pokoknya anaknya harus bisa. ANAKNYA harus bisa. HARUS. Meski tirai jendela sudah diturunkan. Meski malam sudah menjelang. Meski bintang sudah bertaburan. Kalo perlu sampai tengah malam. Sampai si anak ngerti. Sampai si anak bisa. Sampai si Ibu bisa ngerasa bangga.

DZIIIIGG!!!

Emang sih gue nggak segitu-gitunya amat. Tapi gue juga suka stres en teriak-teriak kalo nemenin Ozza belajar. Mata Ozza yang mulai berkaca-kaca seringkali tak membuat gue berhenti. Sejujurnya bukan bangga tujuan gue. Cetek banget kalo itu. Tujuan gue adalah Ozza bisa paham. Kalo udah paham itu kan gampang ngingetnya. Itu standar gue. Tapi tentu aja Ozza punya standar lain. TERNYATA. Paham bukan berarti dia harus inget itu. Yang dia inget bukanlah yang dia pahami, tapi yang dia suka. That’s a big difference, right? Yeah, a big problem jugalah. Dia cuman suka game dan warna, atau main sepeda seharian, jalan-jalan, atau karakter-karakter kartun favoritnya. Ooow…keeh.

Back to Daughter, this is the original lyric written by Eddie Vedder, the vocalist of Pearl Jam. Enjoy.

listless

Alone… listless…breakfast table in an otherwise empty room
young girl… violins… center of her own attention
mother reads aloud, child tries to understand it
tries to make her proud
the shades go down, it’s in her head
painted room… can’t deny there’s something wrong…
don’t call me daughter, not fit to
the picture kept will remind me
don’t call me daughter, not fit to
the picture kept will remind me
don’t call me…
she holds the hand that holds her down
she will… rise above…
don’t call me daughter, not fit to
the picture kept will remind me
don’t call me daughter, not fit to be
the picture kept will remind me
don’t call me…
don’t call me daughter, not fit to
the picture kept will remind me
don’t call me daughter, not fit to be
the picture kept will remind me
don’t call me…
the shades go down
the shades go down
the shades go, go, go…   

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s